Chapter 1 : Since You’ve Been Gone,
Forever...
12
Juni 2010
Tanah merah yang diinjaknya
masih belum kering. Pusara dihadapannya pun masih baru, tercium aroma bunga
segar yang tergeletak rapi di depan pusara itu. Gundukan tanah merah yang
sekarang menjadi ‘rumah’ terakhir bagi wanita yang dicintainya. Wanita yang
seharusnya sebentar lagi menyandang status baru sebagai Nyonya Andra, sebagai
istrinya. Namun takdir berkata lain.
Naya, wanita 21 tahun yang 2
tahun ini menemani kehidupannya, menjadi pendukung setianya, segalanya bagi
Andra, kini terbujur kaku, sendirian. Kanker paru-paru yang diidapnya ternyata
hanya mampu membuatnya bertahan kurang dari 3 minggu, tidak lebih. Entah
darimana didapatnya penyakit sialan itu, Andra bahkan bukan seorang perokok,
mereka berdua benci asap rokok. Naya meninggal dalam pelukannya, Andra juga
ikut turun ke dalam liang untuk menguburkan tunangannya.
“Aa...” tangan Aris menepuk pelan
bahu abangnya itu. Abangnya masih sulit menerima kepergian Naya. Apalagi mereka
akan menikah, hanya menghitung bulan, 6 bulan lagi tepatnya.
“Iya bang... Aa gak papa,”
sahutnya sambil berjalan menuju mobil. Pukul 6 sore, pemakaman sudah sepi, orangtua
Naya juga sudah pulang duluan. Aris mengambil alih kemudi mobil, bukan keputusan tepat membiarkan Andra
mengemudi, daripada nambahin penghuni pemakaman, pikirnya.
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar